My Story .. Kinanzha
Kisah yang aku sendiri sulit untuk mengertinya entah
takdir cinta seperti apa yang menantiku di depan sana, yang ku ingat dan ku
tahu saat ini aku sedang mereguk indahnya cinta bersama dia Ari Setiawan, dan
bukan salahku bila hati ini mulai terbagi.
Brem.. brem... brem.. aku mamanaskan mesin motor
yang ingin ku pakai mengantar ka Nayna menemui mantan pacarnya Alan.. Ka Nayna
adalah sahabat kakakku Liana berhubung
ka Lia sakit jadi aku deh yang jadi korban buat gantiin dia menemani ka Nayna ke rumah Alan, sejujurnya aku tak
mengerti dengan ka Nayna mengapa masih mengharap Alan yang jelas-jelas tak mau
balikan lagi padanya. Padahal dia cantik banyak cowok yang naksir sama dia
setiap aku Tanya dia malah jawab “gak ada cowok yang kayak Alan tahu” sedikit
penasaran sama orangnya handsome kah?? Sehandsome personil SuJu.. Haha.. sebab
mereka boyband favouritku. Meski aku sudah kenal lama ka Nayna dan ka Nayna pun
sering ke rumah aku tak pernah tahu bagaimana yang namanya Alan tuh,, hanya
dari cerita dia atau ka Liana sedikit-sedikit aku tahu sosok Alan lagipula tak
penting bagiku “Ka.. Nayna !!! buruan kita pergi nanti sore aku mau ke kampus”
teriakku pada Nayna yang berada di kamar Ka Liana, tidak berapa lama diapun
keluar aku menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki “kaka mau ketemu
mantan kok dandannya kayak gini” komentarku “ah.. justru gue yang kayak gini
yang Alan suka dah jangan banyak koment yuk kita cabut gue aja yang bawa motor”
ucapnya sambil menaiki sepedamotorku Ka Nayna emang cuek tapi gak kira sama
cowok juga secuek ini bahkan sama cowok yang kurasa cinta matinya ,dia hanya
memakai kaos oblong hitam + celana selutut di tambah rambutnya yang di ikat
berantakan hmm.. dia selalu bilang gak peduli gue sama pandangan orang yang
penting gue nyaman makainya.
Dalam perjalanan
“jauh gak rumahnya ?” tanyaku penasaran dari tadi gak sampai-sampai “bentar
lagi juga nyampe” balasnya sambil terus mengendarai motor ,aku sedikit was-was
kalau di bonceng dia bawanya sudah kayak orang balapan saja.beberapa menit
kemudian dia menghentikan sepeda motorku di depan rumah yang tampak minimalis
dengan aksen warna abu-abu dan putih tidak besar tapi kelihatan bersih dan rapi
sepertinya inilah rumah si Alan itu, sebelum Nayna turun dari motor dia sedikit
merapikan rambutnya sambil terus memantulkan wajahnya di kaca spion. Kemudian
“bismillahirohmannirrohim..” ucapnya “yah kayak orang mau perang aja” balasku
“kan mau perang batin saii” balasnya sambil tertawa.akupun ikut tertawa
mendengarnya sambil mengetuk pintu ia ucapkan salam “assalamualaikum..” tak ada
jawaban sekali lagi Nayna mengetuk pintu,, belum juga ada jawaban “gak ada kali
kak orangnya” ucapku “hmm.. masa sih” balasnya tidak lama kemudian seseorang
membuka pintu dan menjawab salam kami “wa’alaikumsalam..” seorang wanita
separuh baya cantik di tambah senyum di wajahnya “oh.. Nayna kirain siapa,
kemana aja gak suka main ke rumah,” dari kata-katanya bisa ku tebak dia ibu
dari sih Alan ituh, “ia tante sedikit sibuk sama kuliah te..” balas Nayna
ngarang “oh.. terus nih siapa??” tanyanya melihatku “teman tante,kenalin geh
namanya Kinan te” akupun mengulurkan tangan dan senyum manis lalu dia
mempersilahkan kami masuk sepertinya dia tahu tujuan ka Nayna apa diapun
langsung memanggil Alan “syukur deh Alan ada” ucap Ka Nayna pelan sambil
mengelus dadanya “ie yang sudah gak sabar nih mau ketemu”