Rabu, 12 Februari 2014



My Story .. Kinanzha

Kisah yang aku sendiri sulit untuk mengertinya entah takdir cinta seperti apa yang menantiku di depan sana, yang ku ingat dan ku tahu saat ini aku sedang mereguk indahnya cinta bersama dia Ari Setiawan, dan bukan salahku bila hati ini mulai terbagi.
Brem.. brem... brem.. aku mamanaskan mesin motor yang ingin ku pakai mengantar ka Nayna menemui mantan pacarnya Alan.. Ka Nayna adalah sahabat kakakku  Liana berhubung ka Lia sakit jadi aku deh yang jadi korban buat gantiin dia menemani  ka Nayna ke rumah Alan, sejujurnya aku tak mengerti dengan ka Nayna mengapa masih mengharap Alan yang jelas-jelas tak mau balikan lagi padanya. Padahal dia cantik banyak cowok yang naksir sama dia setiap aku Tanya dia malah jawab “gak ada cowok yang kayak Alan tahu” sedikit penasaran sama orangnya handsome kah?? Sehandsome personil SuJu.. Haha.. sebab mereka boyband favouritku. Meski aku sudah kenal lama ka Nayna dan ka Nayna pun sering ke rumah aku tak pernah tahu bagaimana yang namanya Alan tuh,, hanya dari cerita dia atau ka Liana sedikit-sedikit aku tahu sosok Alan lagipula tak penting bagiku “Ka.. Nayna !!! buruan kita pergi nanti sore aku mau ke kampus” teriakku pada Nayna yang berada di kamar Ka Liana, tidak berapa lama diapun keluar aku menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki “kaka mau ketemu mantan kok dandannya kayak gini” komentarku “ah.. justru gue yang kayak gini yang Alan suka dah jangan banyak koment yuk kita cabut gue aja yang bawa motor” ucapnya sambil menaiki sepedamotorku Ka Nayna emang cuek tapi gak kira sama cowok juga secuek ini bahkan sama cowok yang kurasa cinta matinya ,dia hanya memakai kaos oblong hitam + celana selutut di tambah rambutnya yang di ikat berantakan hmm.. dia selalu bilang gak peduli gue sama pandangan orang yang penting gue nyaman makainya.
Dalam perjalanan “jauh gak rumahnya ?” tanyaku penasaran dari tadi gak sampai-sampai “bentar lagi juga nyampe” balasnya sambil terus mengendarai motor ,aku sedikit was-was kalau di bonceng dia bawanya sudah kayak orang balapan saja.beberapa menit kemudian dia menghentikan sepeda motorku di depan rumah yang tampak minimalis dengan aksen warna abu-abu dan putih tidak besar tapi kelihatan bersih dan rapi sepertinya inilah rumah si Alan itu, sebelum Nayna turun dari motor dia sedikit merapikan rambutnya sambil terus memantulkan wajahnya di kaca spion. Kemudian “bismillahirohmannirrohim..” ucapnya “yah kayak orang mau perang aja” balasku “kan mau perang batin saii” balasnya sambil tertawa.akupun ikut tertawa mendengarnya sambil mengetuk pintu ia ucapkan salam “assalamualaikum..” tak ada jawaban sekali lagi Nayna mengetuk pintu,, belum juga ada jawaban “gak ada kali kak orangnya” ucapku “hmm.. masa sih” balasnya tidak lama kemudian seseorang membuka pintu dan menjawab salam kami “wa’alaikumsalam..” seorang wanita separuh baya cantik di tambah senyum di wajahnya “oh.. Nayna kirain siapa, kemana aja gak suka main ke rumah,” dari kata-katanya bisa ku tebak dia ibu dari sih Alan ituh, “ia tante sedikit sibuk sama kuliah te..” balas Nayna ngarang “oh.. terus nih siapa??” tanyanya melihatku “teman tante,kenalin geh namanya Kinan te” akupun mengulurkan tangan dan senyum manis lalu dia mempersilahkan kami masuk sepertinya dia tahu tujuan ka Nayna apa diapun langsung memanggil Alan “syukur deh Alan ada” ucap Ka Nayna pelan sambil mengelus dadanya “ie yang sudah gak sabar nih mau ketemu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar